mazid's blog's
Minggu, 04 Maret 2012
Rabu, 01 Desember 2010
syair syair cinta
Jepara, 27 november 2010
PEMULUNG
(Rif’ul mazid maulana)
Terkikis harapan dipanasnya medan ini
Kukais sedikit demi sedikit
Kukumpulkan untuk para penggepul
Menyambung hidup dengan secakup sampah
Keringat bercucuran membasahi bajuku
Sebatang panasnya besi tak bisa aku lepas
Terus kuberlaga dimedan sampah
Melwan tingginya harga hidup
Kuterus bergulat dengan sampah
Namun hanya secakup nasi kudapat
Kuterus menahan bau sampah
Namun hanya selembar uang kudapat
Sungguah aku tak mau begini
Namun ini tuntutan hidup
Tak mampu aku hindari
Untuk bisa bertahan
Jepara, 27 november 2010
BUTIR PUISI DALAM KEGELAPAN
(Rif’ul Mazid Maulana)
Dingin tersa menusuk Sumsum tulangku
Gelap duni ini seakan tak ada yang hidup
Tak ada lagi nyanyian suara hati
Hanya suara katak yang berkumandang ria
Tetes- tetes air hujan
Gemuruh suara hembusan angin
Kerasnya suara alunan petir
Detak jantung yang mengetarkan badan
Berikan aku sedikit cahayamu
Hangatkan tubuh yang telanh kaku
Berikan aku sedikit cintamu
Berikan aku sedikit rahmatmu
Berikan aku kecerahan hati
Langganan:
Komentar (Atom)

