Pages

Kamis, 19 Agustus 2010

cinta




Aku adalah seorang murid sma kelas 12. Aku suka untuk menghibur teman-temanku dengan lawak-lawakanku yang konyol. Di sekolah aku terkenal sebagai anak yang suka usil tetapi aku juga mempunyai prestasi yang cukup membanggakan di sekolah. Aku juga berasal dari keluarga yang lumayan mempunyai kekayaan di mana-mana.
Sekitar 3 tahun yang lalu, ketika itu aku memiliki seorang kekasih yang kalo di lihat sih dia yang paling cantik di antara teman-temanku yang lainnya dan tidak hanya cantik, dia juga pintar. Kami saling menyayangi dan juga saling mencintai. Dan suatu ketika hubungan kami putus begitu saja dengan alasan tidak jelas.
Putusnya kami dilandasi oleh rasa bosanku terhadapnya. Ketika putus aku melihat kesedihannya yang mendalam, tetapi apa boleh buat aku sudah bosan dengan dia.
Beberapa bulan kemudian aku merasa menyesal kepadanya, “Mengapa gue bego banget ya? Udah mutusin dia yang udah sayang banget sama gue?
Tapi apa boleh buat nasi telah menjadi bubur.” kataku sambil melamun di saat pelajaran sedang berlangsung. Tetapi aku pikir mungkin aku bisa mendapatkan orang yang lebih baik dari pada dia. 
Setelah  tiga tahun berlalu, aku sudah memacari dua wanita, tetapi putus juga dikarenakan mereka hanya mencari kekayaan dari keluargaku saja, dan aku teringat kepada mantanku dulu yang sangat menyayangiku dengan tulus bukan dikarenakan kekayaan orang tuaku yang melimpah. Tetapi sekian lama aku tidak bertemu dengannya aku tidak tahu tentang kabar dan keberadaanya.
Setelah aku lulus dari sma bahkan aku telah menyelesaikan S2 ku di USA, aku masih memikirkan dia mungkin dikarenakan di adalah first love ku.
Aku sekarang telah menjadi dirut di perusahaan yang aku bangun dengan kerja kerasku. Saat aku sedang menemui klien di sebuah restoran ternama di kotaku, dengan tidak sengaja aku bertemu dengan mantan kekasihku dulu dan kami saling mengobrol tentang keadaan kami sekarang. Aku baru mengetahui bahwa dia belum menikah sama seperti aku ini. Setelah pertemuan itu berlangsung aku mulai membuka hatiku untuk dirinya lagi dan ternyata dia juga membuka kembali hatinya untukku. Satu tahun lamanya kami telah kembali memadu kasih. Suatu ketika dia pergi entah kemana dan tidak memberi kabar pun kepadaku. Aku kira dia mau balas dendam dengan meninggalkan aku begitu saja, tetapi aku salah, aku di beri kabar oleh keluarganya bahwa dia telah pergi untuk selamanya karena dia mempunyai penyakit keras yang selama ini ia tutup-tutupi dariku. Aku menangis setelah mendengar berita itu. Perkiraanku salah tentang balas dendam, ia hanya tidak mau membuat aku sedih tentang penyakitnya itu...


Posting cerpen by: mr.pen
Total cerpen di baca: 0 
Total kata dlm cerpen: 406 
Tanggal cerpen diinput: Mon, 16 Aug 2010 Jam cerpen diinput: 11:15 PM
0 Komentar cerpen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

BThemes

About

Halaman

Followers